F1 GP Melbourne – Rrrruaarrr Biasa

Udah jengah waktu liat grid position F1 GP Melbourne pagi ini. Gimana enggak, jagoan yang tak gadang-gadang, Lewis Hamilton, malah terseok-seok sengsara. Hasil qualification race betul-betul babak belur untuk team McLaren 2009. Hamilton terjungkal di posisi 15 saat race babak 1. Otomatis sudah ngga ikut race babak 2. Ditambah kejadian ganti gear box MP4-24 milik Hamilton yang mengakibatkan penalti harus start di posisi 20.

Untung saja, keberuntungan pertama jatuh kepada Lewis Hamilton. Tiba-tiba saja duo Toyota kena diskualifikasi (entah napa, sebodo amat. he he he) dan harus melorot start dari 19 dan 20. Lewis Hamilton naik posisi start ke 18. Dan keberuntungan bukan cuma di situ.

Ada kawan, Hanafi, yang ngajakin nonton bareng F1 GP di Drago cafe Surabaya. Tapi saya ngga mau. Udah ngga semangat lagi. Padahal sepenuhnya dibayarin Hanafi. Kayaknya Hanafi memang pengin liat saya nelangsa. Soalnya dia favoritkan duo Ferrari (and most of you, ofcourse). Tapi ternyata saya harus menyesal menolak ajakan itu. Gimana enggak, ternyata beberapa keajaiban masih akan diterima Lewis Hamilton. Dan saya harus melihat semua itu dari rumah. Asem tenan.

Dari posisi 18, lambat secara pasti, Lewis Hamilton makin ke depan. Posisinya udah di 10 saat Safety Car merangsek untuk pertama kalinya. Saya ngga jelas kena apa. Tapi sepertinya parah. Lalu duo Ferrari yang berguguran satu persatu. Felipe Massa yang ada di belakang Hamilton tau-tau silap mata jadi salah jalan lalu rusak mobilnya. Nggak lama, Kimi Raikkonen tiba-tiba juga hilang dari racers list. Saya ngga tau kenapa (soalnya lagi makan jeruk). Lewis Hamilton udah posisi 7 saat itu.

Lap kurang 2 lagi. Tiba-tiba posisi 2 (Sebastian Vettel – Red Bull) dan posisi 3 (Robert Kubica – BMW Sauber) saling bertabrakan. Saking kerasnya tabrakan itu, Safety Car masuk lagi. Betul-betul keajaiban. Posisi 7 Lewis Hamilton langsung loncat jadi 4! Ha ha ha. Bayangkan, dari nomor 18, berakhir di nomor 4.

Saya menangkap indikasi bahwa McLaren berhasil mengatasi kendala diffuser yang mendera sebelumnya. Terbukti Lewis Hamilton bisa berada di depan Timo Glock Toyota dan Mark Webber Red Bull yang sudah memakai diffuser “bersengketa” itu. Apalagi terhadap sesama team pemakai diffuser “biasa”. Jadi, bolehlah berharap. Next race would be a podium. Ya nggak, Lew?

5 responses to “F1 GP Melbourne – Rrrruaarrr Biasa

  1. Gyeh Hamilton kena penalty…nonton GP Shanghai baen ya ???

  2. bocah Pa’o…sejak kelasku di mantra jadi A4, aja-aja kekeliruan fatal terulang kembali…hahaha…kae Mc Laren wis nggawe diffuser, cepet temen, sekang pring tali apaya ?..F60 tesih memble….

    • mulane kowe kirim donga nganah men F60 ora dadi pecundang tahun ini. aja ndlahom bae. sampluk sisan ngeneh.

  3. sih joglo kiwa tengen kowe..kualifikasi hari ini jelas menunjukan betapa payahnya Mc Laren, dan juga Ferrari tentu…tebakannya sekarang, bisa podium apa ora ?…hahaha…nelangsa temen yaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s